Senin, 27 Juni 2011/14:36,@Desa Mekarwangi, Kec. Muncang, Kab. Lebak, Banten...
Hujan pertama itu turun.
Aku kembali merasakan kerinduan yang sama saat aku meninggalkan Makassar kurang lebih dua bulan yang lalu. Aku rindu ibuku, ayahku, adik-adikku dan semua yang ada di Makassar.
Aku galau lagi...
Biasanya kalo sedih atau rindu aku menelpon ibu, tapi kali ini sambungan ke Hp beliau tidak bisa tersambung. “Cengeng sekali”, mungkin itu yang akna kalian katakan saat kalian membaca ini, tapi begitulah aku. Terlahir dari keluarga yang melankolis, ibuku orang yang sangat lembut dan sangat gampang tersentuh. Sifat itulah yang sangat banyak turun kepadaku, air mata ini bisa jatuh dimana saja, tidak kenal tempat apalagi suasana. Di saat aku merasa tidak nyaman, aku menangis.
Masih kuingat saat malamterakhir aku di Makassar, aku tidur bersama beliau. Kepalaku dielus-elus dan dibacakan shalawat. Aku tidak bisa untuk tidak menangis, kupeluk ibuku erat, dalam hati aku berkata kelak aku akan sangat merindukan pelukan ini.










